Talqin Dzikir: Hakikat Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1438 H

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اَللّٰهُ وَ اَللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِي بَعْدهُ

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ فَيَاعِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Hadirin sidang Id yg berbahagia,

Pada pagi ini, kita semua menggemakan ‎Takbir, Tahlil, dan Tahmid dengan penuh semangat, datang menghadap panggilan Alloh SWT, menundukkan hati ‎diharibaanNya, dan khusyu’ menggemakan pujian-pujian untukNya; mengagungkan kebesaranNya, seraya menyadari betapa kerdilnya kita dihadapanNya, betapa perlunya kita pada karuniaNya, dan betapa tidak berartinya kehidupan ini tanpa petunjuk dan bimbinganNya.‎

Hari ini kita merayakan hari yang istimewa, Hari Raya Idul Fitri. Betapa tidak, hari ‎ini kita bersuka cita, memakai pakaian terbaik dan wewangian, dan menghidangkan menu makanan yang istimewa.

Hari ini adalah hari yang suci; orang dewasa ‎dilahirkan kembali oleh Romadhon, menjadi sosok bayi yang mungil lagi suci. Suci dari kotoran-kotoran ‎jiwa dan penyakit hati yang telah mengidap dalam diri selama kurun waktu 11 bulan ‎yang telah berlalu. Oleh karena itu, 1 bulan dalam 1 satu tahun secara totalitas kita difasilitasi ‎oleh Alloh SWT untuk melakukan terapi dan perawatan sehingga kotoran-kotoran jiwa dan ‎penyakit-penyakit hati itu dibersihkan dan disucikan.

Memohon Ampunan Alloh

Untuk itu, menyambung Takbir Tahlil dan Tahmid, marilah kita memohon ampun kepada Alloh SWT atas dosa-dosa kita, dan kita alamatkan amal ibadah untuk ilaahii anta maqshuudii waridhoo ka mathluubii a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka.

Ya Alloh, Engkau saksikan kami pada pagi ini menundukkan kepala dengan kepasrahan dan ‎kerendahan hati. Kami, hamba-hambaMu yang lemah tanpa daya, ‎hamba-hambaMu yang banyak dosa dan kesalahan. Karena itu ya Alloh ampunilah dosa-dosa ‎kami, orang tua kami, saudara-saudara kami, anak cucu kami, guru-guru kami, handai taulan kami, muslimin dan ‎muslimat.‎

Ya Alloh, jangan Engkau tinggalkan dosa kami kecuali Engkau ampuni. Jangan biarkan orang sakit ‎di antara kami, kecuali Engkau sembuhkan. Jangan Engkau tinggalkan seorangpun dalam keadaan ‎susah dan resah kecuali Engkau segerakan kesenangan. Jangan Engkau jadikan dosa-dosa kami ‎sebagai penghalang dari kasih sayangMu. Dan jangan jadikan dosa-dosa kami sebagai ‎penghalang limpahan rezekiMu. ‎

Ya Alloh, jangan biarkan tumbuh dalam hati kami rasa hasud, iri dengki, dendam, permusuhan‎, perselisihan dan kebencian. Jadikan jiwa dan hati kami berkumpul di atas ma’rifat dan mahabbah ‎kepadaMu, himpunlah jiwa kami dalam ketaatan kepadaMu. ‎

Ya Alloh, kami bersyukur atas karunia yang Engkau berikan berupa amanah kehidupan; pasangan ‎hidup kami, anak-anak, cucu-cucu, pekerjaan, ilmu dan kekayaan. Untuk itu ya Alloh tolonglah kami dari ‎kelemahan-kelemahan kami, jangan sampai semua itu menjadi fitnah bagi kami. Jadikan itu perhiasan hidup dan penyejuk hati yang dapat mengokohkan iman kami. ‎

Ya Alloh, kokohkan ikatan persaudaraan kami, kekalkan kemesraan di antara kami, tunjukkan kami dengan sinarMu yang tak pernah pudar, hiasi jiwa kami dengan keberserah dirian kepadaMu, hidupkan kami dengan dzikrulloh dan matikan kami dalam keadaan husnul khotimah.‎

Ya Alloh, tunjukilah para pemimpin bangsa kami ke jalan orang-orang yang lurus, berilah mereka kesabaran ‎dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negeri ini, jauhkanlah musibah dari kami dan bangsa kami. Berilah kesabaran kepada ‎orang-orang yang terkena musibah, Ya Alloh, angkatlah bangsa kami dari jurang kehinaan, ‎bimbinglah para pemimpin kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan ‎dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Ya Alloh, Engkau Maha Mendengar dan Maha ‎Mengabulkan. Kabulkanlah doa kami.‎ Aamiiin yaa robbal alamin.

Memohon Maaf dan Memaafkan Sesama Manusia

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Hadirin sidang Id yg berbahagia,

Demikian juga mari kita selalu meluangkan waktu, untuk berpikir matang sebelum bertindak sehingga kita berada dalam kendali diri.
Karena mudahnya kita membenarkan perilaku kasar, yang terkadang membuat kita melampiaskan kejengkelan diri kepada teman, rekan kerja, pasangan kita, bahkan kepada anak kita.

Mari kita evaluasi bagaimana sifat emosional kita. Apakah itu kasar, dingin, tertutup, tak kenal ampun, ataukah hangat, penuh kasih, terbuka dan menyenangkan, dan pemaaf.

Mulai saat ini luangkan waktu untuk bertafakur diri agar menghasilkan respon, baik ucapan maupun tindakan yang menjadikan kita lembut, ramah, penuh kasih, damai dan menyenangkan orang lain.

Oleh karena itu, tepatlah bila saat ini kita saling memaafkan di antara sesama agar kita betul-betul suci ‎terbebas dari dosa kemanusiaan yang dapat merugikan bukan saja di akhirat, namun juga di dunia ini.‎

Shoum Romadhon: Taqwa itu yang Tertanam di dalam Hati

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Hadirin sidang Id yg berbahagia,

Bulan yang terpilih memperoleh kehormatan sebagai tuan rumah awal kehadiran tamu mulia; al Quran, adalah Romadhon, sehingga dinyatakan sebagai bulan yang penuh dengan kemuliaan, berkah dan rohmat.

Tidakkah kita mau menjadi yang terpilih juga, yang mana hati kita menjadi tempat berlabuhnya al Quran?

Mari bercermin pada kemuliaan Romadhon sehingga kita juga mendapat kehormatan dari Alloh SWT dalam bentuk hidayahNya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. al Baqoroh : 183)

Pada dasarnya semua amal ibadah yang dilaksanakan di bulan Romadhon untuk membentuk pribadi yang muttaqiin (orang yang bertakwa). Shoum, tarowih, i’tikaf, tadarus, memperbanyak sedekah, zakat fitrah, semua itu riyadhoh an nafsi (sarana melatih diri) agar menjadi orang yang bertaqwa, dan bahkan untuk menjadi terbiasa melakukan ibadah tersebut di luar bulan Romadhon.

Rosululoh Saw bersabda bahwa “Taqwa itu ada di sini”, sambil menunjuk dada sebanyak 3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pusat dari berbagai pengendalian aktivitas manusia ada dalam hati. Baik atau buruknya seorang manusia tergantung pada seberapa mampu ia mengendalikan hatinya dari sesuatu yang akan membuatnya melanggar aturan agama dan negara. Hanya ada satu jalan untuk mencegah hati dari sesuatu yang akan menyesatkan dan menentang Alloh sehingga menjadi orang yang lalai, yaitu dengan dzikrulloh, sebagaimana firman Alloh dalam surat al A’rof ayat 205:

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

Talqin Dzikir: Hakikat Idul Fitri

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Hadirin sidang Id yg berbahagia,

Shoum Romadhon berakhir, kita semua sudah iidil fitri, kembali suci, kembali kepada fitroh, benarkah demikian?

Sama halnya dengan taqwa, hanya dapat dikatakan taqwa apabila kalimat taqwa telah tertanam di dalam diri kita. Begitu juga dapat dikatakan suci apabila diri kita sudah disucikan, disucikan dari berburuk sangka kepada orang lain, merasa diri lebih dari orang lain, dan semua sifat-sifat yang tercela; munafik, zholim, sombong, musyriq, kufur, durhaka, keakuan dll, dengan cara menyucikannya tiada lain dengan talqin dzikir.

Bila sudah disucikan dengan talqin dzikir, maka idul fitrinya bukan tahunan, tapi tiap detik. Tiap detik sama dengan idul fitri. Tiap detik sama dengan kembali kepada kesucian! Karena detik demi detik, detak jantung diisi dg dzikir.

Melalui talqin, kesucian dipatrikan di dalam ruh dan hati kita. Yang dengan kesucian itu dapat mengantarkan kita kepada Alloh SWT, karena Alloh Maha Suci, hanya dapat didekati dengan kesucian.

Sebagaimana permintaan Ali bin Abi Tholib kw kepada Rosululloh Saw, “Tunjukkanlah kepadaku jalan paling dekat kepada Alloh SWT dan paling mudah dilaksanakan oleh seluruh hamba Alloh dan paling utama menurut ketetapan Alloh SWT.”, Nabi Saw bersabda, “Wajib atasmu selalu dzikir kepada Alloh SIR dan JAHR”.

Yang penting sekarang, bagi yang belum mendapatkannya, bersegeralah menemui dan meminta kepada ahlinya, seperti Ali bin Abi Tholib menemui dan meminta kepada Rosululloh Saw, kita di sini kepada penerusnya, yakni Abah Aos, agar dengan kalimat itu, iman dan taqwa menjadi kuat, teguh dan mantap, tidak rapuh, tidak mudah goyah, tidak mudah terombang ambing, tidak mudah kena goncangan, tidak mudah tersinggung, tidak terpengaruh oleh arus yang tidak baik, dan dengannya akan memusnahkan semua kejelekan. Sekali lagi, untuk meminta menanamkan kalimat suci, kalimat ikhlas, kalimat mulia, kalimat taqwa, kalimat tauhid, kalimat thoyibah; laa ilaaha illallooh.

Dan bagi yang sudah mendapatkan, sering kali kesulitan hidup mengaburkan tujuan sehingga membuat kita berduka, galau, bingung. Mulai saat ini berhentilah untuk bingung. Tidak ada gunanya. Karena kalaupun mau bingung, yang seharusnya bingung itu Alloh, urusanNya banyak; mengurus seluruh jagat raya. Jangan sampai terkecoh, kita sering bingung karena suka merasa bisa ngurus sendiri. Serahkan urusan kita sama Alloh, semuanya segalanya, Alloh pasti mengurus kita. Tiada cara agar kita pandai berserah diri kecuali dengan dzikrulloh.

Ingatkah saat kita bertransaksi ketika mendapat talqin dzikir? Sungguh, kita telah menjual diri dan seluruh yang kita miliki kepada Guru kita dan Guru kita juga sudah membelinya. Karena semuanya segalanya sudah dibeli olehnya, kita semua miliknya. Terserah yang punya, mau diapakan, terserah beliau.

Mulai sekarang berhenti mengaku, apalagi mengaku-aku punya, masih punya, masih ada sisa dsb. Sejatinya, kita tidak punya apa-apa, tidak tahu apa-apa. Karena tidak punya dan tidak tahu apa-apa, maka kitapun sejatinya sudah tidak mau apa-apa. Terserah Guru kita. Kita hanya punya dan kepunyaan, hanya tahu, dan hanya mau Abah Aos saja.

Itulah fitroh kita!

Dan satu-satunya yg harus kita perhatikan adalah tugas kita sebagai muridnya, yaitu mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajarannya, TQN PPS. Tidak ada yang lain.

Mensyukuri Nikmat Alloh

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Hadirin sidang Id yg berbahagia,

Akhirnya mari kita syukuri kasih sayang Alloh kepada kita yg sampai bulan Syawal ini masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, dengan terus memupuk syajaroh thoyibah, pohon yang baik, laa ilaaha illallooh, yang akarnya kokoh, batangnya kuat, dahannya menjulang tinggi ke angkasa raya, berbuah tiap waktu; memaafkan, menghormati, memberi, menerima, syukur, sabar, tawakal, istiqomah, ikhlas, ridho. Bisa dinikmati, terasa manfaatnya oleh diri sendiri, juga sekitar kita, lebih-lebih dapat mengantarkan Islam Iman dan Ihsan kita wushul, sampai kepada Alloh, dan ruh kita liqo bertemu dengan Alloh, tiada lain mensyukurinya dengan ikut/bergabung dengan orang yang selalu dzikrulloh.

“Jika kamu berdzikir kepadaKu, maka kamu bersyukur kepadaKu. Jika kamu lupa kepadaKu, maka kamu kufur kepadaKu.”

Memohon Kemudahan dalam Melaksanakan Tugas

Itulah yang dapat khotib sampaikan, semoga bermanfaat, dan semoga Alloh SWT memberi kesabaran, kemudahan dan kekuatan lahir dan batin kepada kita sehingga tugas-tugas kita, yang dicontohkan oleh guru kita, dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ

اَللهُ أَكْبَرُ 7×

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ

والْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

و لذکر الله أكبر

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Advertisements

Author: Madrasah Peradaban

Taat ka Hadorot Ilahi nu ngabuktikeun parentah dina agama jeung nagara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s