Menikmati Lezatnya Keberlimpahan dengan Merawat Pohon Tauhid

Penyubur Benih Pohon Tauhid

Puji syukur setinggi langit sedalam samudra dan seluas jagat raya, kepada yang telah Alloh tanamkan di dada-dadanya benih unggul pohon tauhid laa ilaaha illalloh dari Hadrotusyeikh Quthbul-akthob Abah Aos Ra Qs melalui para petani pohon anti gempanya. Sekarang tiba saatnya kita merawatnya dengan baik agar tumbuh subur dan berbuah.

Ada caranya, ada ilmunya, agar pohon tauhid yang telah ditancapkan itu tumbuh subur, bercabang dan berbuah. Seperti umumnya sebuah tanaman, musti disiram, diberi pupuk dan dibersihkan dari benalu. Bila tidak pandai merawatnya, benih pohon tersebut bisa layu sebelum berkembang, mati membusuk sebelum bisa tumbuh.

Di antara beberapa cara merawatnya tentu dengan mengamalkan pohon kalimah tauhid dengan mendzikirkannya, dengan dosis sesuai aturan. Aturannya dosis dalam amalan dzikir, ‘paling sedikit 165 x lebih banyak lebih baik’. Dosisnya tidak ada overdsosis: semakin banyak dzikirnya maka semakin baik pertumbuhan pohonnya.

Pohon tauhid juga harus disirami dengan air wirid yang fresh, utama, dan pilihan, yaitu, aurod Khotaman [menu lengkap: tawasul, sholawat, ayat al-Quran, dll). Penyiraman dengan pengamalan yang rutin setiap hari, bada maghrib dan isya, ba’da ashar setiap hari Senin dan Kamis. Di luar waktu-waktu itu, penyiraman dilakukan, aturan dosisnya tetap berlaku, semakin banyak wirid maka semakin baik dan cepat pertumbuhan.

Tidak hanya tumbuh baik dan cepat, pohon tauhid juga harus berbuah. Buah tauhid tercermin dalam amaliyah wal muamalah sehari-hari berupa akhlaqul-karimah. Sifat-sifat dan ketuhanan yang hidup dalam diri Syeikh Mursyidnya perlahan tapi pasti melekat dan menjadi perangai murid-muridnya. Akhlaq Sang Kholiq yang mengekal dalam Guru Agungnya perlahan juga mengekal dalam pribadi para murid. Itulah buah ranum tauhid.

Nah, pupuk agar buahnya ranum ialah majelis Manaqiban, bermujalasah lahir batin dengan Hadrotusyeikh Mursyid, seluruh rijalul ghoib, arwahul muqoddasah, para malaikat, 124 ribu Nabi, 313 Rosul, 124 ribu Aulia, para Syuhada, dan orang-orang sholeh sejak Nabi Adam As hingga sekarang. Selain Manaqiban, juga menyuburkannya dengan sering bershohbah dengan Hadrotusyeikh Abah Aos, berijtimah (berkumpul), beristimah’ (mendengarkan), dan ittiba’ (ikut segalanya semuanya).

Tak hanya ranum, namun buahnya manis. Sholat-sholat sunnah yang secara istiqomah diamalkan Hadrotusyeikh adalah pupuk ekstrak untuk membuat buah laku hidup kita terasa manis dan enak dirasakan oleh istri, anak, keluarga, tetangga, khalayak manusia dan makhluk sejagat raya.

Mengerjakan kesenangan-kesenangan Hadrotusyeikh Abah Aos Ra Qs juga merupakan alat penyubur, hingga melahirkan generasi mendatang yang menjadi lahan yang subur bagi tanamam benih unggul tauhid. Generasi yang siap menyambut datangnya para petani pohon tauhid, siap menjadi kebun raya pohon Laa Ilaaha Illaloh yang luas, terhampar dari Timur hingga Barat, dari Utara hingga Selatan…

Demikianlah, jika benih tauhid yang telah ditalqinkan itu dirawat. Akan terus dijaga, tidak saja sekarang, tapi anak keturunan kita di masa datang tersambung dengan Ahli Silsilah…

Semoga Alloh mampukan kita merawat pohon tauhid yang akarnya menancap ke bumi dan cabangnya ke langit, untuk kebahagiaan, keberkahan, dan keberlimpahan hidup kita di dunia hingga akhirat, dengan karomah Quthbul-aqthob Hadrot Maulana Abah Aos Ra Qs al-Fatihah. Amin.

Sumber : Abah Jagat | Pembantu Khusus Abah Aos – Sufi Order for A Better World Order

Author: Madrasah Peradaban

Taat ka Hadorot Ilahi nu ngabuktikeun parentah dina agama jeung nagara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s