Dzikrulloh Membentuk Orang Bertaqwa (bagian 2/2)

Dalam artikel sebelumnya kita telah mengetahui definisi dan dimensi takwa, yang mana kita dapat melihat begitu indahnya dampak takwa dengan dimensinya. Kini mari kita lanjutkan pembahasan cara mencapainya dan buah dari takwa itu sendiri.

Rosululoh Saw bersabda bahwa “taqwa itu ada di sini”, sambil menunjuk dada sebanyak 3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pusat dari berbagai pengendalian aktivitas manusia ada dalam dada (hati). Baik atau buruknya seorang manusia tergantung pada seberapa mampu ia mengendalikan hatinya dari sesuatu yang akan membuatnya melanggar aturan agama dan negara. Hanya ada satu jalan untuk mencegah hati dari sesuatu yang akan menyesatkan yaitu dengan dzikrulloh, sebagaimana firman Alloh dalam surat al A’rof ayat 205 yang artinya:

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

Jalan Memperoleh Takwa

Dengan senantiasa istiqomah dalam berdzikir, maka taqwa akan diperoleh. Untuk itulah agar senantiasa kita istiqomah dalam dzikrulloh dan dapat terpelihara dari sesuatu yang akan menyesatkan kehidupan, lakukan lima jalan untuk mencapai taqwa, yaitu:

1. Mu’ahadah (mengingat perjanjian dengan Alloh)

Minimal sebanyak 17 kali dalam sehari kita mengikrarkan janji kepada Alloh SWT dengan mengucapkan iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin (hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan). Dan setelah sholat, kita mengucapkan kalimah tauhid (laa ilaaha illallooh) minimal 165 kali.

Ikrar di atas merupakan janji yang bermuatan aqidah, ibadah dan akhlak.

Bermuatan aqidah karena dalam janji tersebut kita menyatakan bahwa hanya Alloh, tidak ada yang lain yang berhak diibadahi dan dimintai pertolongan (isti’anah), sehingga tidak ada satupun bentuk ibadah dan isti’anah yang boleh dialamatkan kepada selain Alloh SWT. Bermuatan ibadah karena lafal tersebut hanya ditujukan kepada Alloh semata. Dan bermuatan ahlak agar manusia mengutamakan kewajiban dari haknya, khususnya dalam lafal “iyyaaka na’budu” yang berisikan ibadah yang merupakan kewajiban, baru disebutkan “wa iyyaka nasta’in” yang mana permintaan pertolongan ini merupakan hak.

Janji-janji kepada Alloh ini harus selalu kita ingat dan kita penuhi sebagaimana yang diperintahkan, artinya:

“Dan tepatilah perjanjian dengan Alloh apabila kamu berjanji.” (Q.S. an Nahl : 91)

2. Muroqobah (merasa selalu diawasi dan disertai Alloh)

Kesadaran ini akan mendorong kita untuk senantiasa rajin melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi laranganNya serta selalu berhati-hati. Alloh SWT berfirman, artinya:

“Alloh yang melihat engkau ketika engkau berdiri dan melihat pula perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (Q.S. asy Syu’aro : 218-219)

3. Muhasabah (introspeksi)

Lebih banyak memperhatikan kesalahan-kesalahan diri sendiri daripada melihat kesalahan orang lain. Alloh SWT berfirman dalam surat al Hasyr ayat 18, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Mu’aqobah (menghukum diri sendiri apabila lalai meninggalkan perintah Alloh)

Contoh, bila mana tidak mengikuti sholat berjama’ah, dengan penuh kesadaran diri menginfakkan hartanya untuk kepentingan agama Alloh. Dengan kata lain berbuat kebaikan setelah melakukan kelalaian.

5. Mujahadah (mengoptimalkan dengan sungguh-sungguh dalam beribadah)

Firman Alloh SWT, yang artinya:

“Dan orang orang yang berjihad untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Ciri-ciri Orang yang Bertakwa

1. Melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab.
2. Merasa bahwa dirinya selalu dihisab oleh Alloh, baik dalam perkataan, fikiran dan tindakan.
3 Menahan diri dari sesuatu yang dilarang oleh Alloh.
4. Senantiasa siap sedia melaksanakan
perintah Alloh.
5. Mengerti betul tentang batas-batas hukum Alloh.

Buah Takwa

1. Barokah

“Jikalau sekiranya penduduk beriman dan bertakwa, pastilah Kami (Alloh) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Q.S. al A’rof: 96)

2. Ilmu

“Bertaqwalah kepada Alloh, Alloh memberikan pelajaran (ilmu) kepadamu.” (Q.S. al Baqoroh 282)

3. Kebaikan pada keluarga dan keturunan

“Dan hendaklah takut kepada Alloh orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Alloh dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An Nisa: 9)

4. Terlepas dari kesusahan dan memperoleh kelapangan rezeki

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, tentu Alloh mengadakan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga olehnya”. (Q.S. at Tholaq : 2)

5. Memperoleh kemudahan dalam urusannya

“Barangsiapa yang kepada Alloh niscaya Alloh menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.S. ath Tholaq : 4)

6. Diterima amalnya

“Sesungguhnya Alloh hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa.”
(Q.S. al Maidah 27)

Dan masih banyak lagi buah dari ketakwaan yang dijanjikan Alloh SWT kepada hamba-hambaNya.

Kita sudah mempunyai pedoman untuk mewujudkan takwa tersebut. Tetapkan dzikrulloh dalam diri kita sehingga mendarah daging dan amalkan Tanbih sebagai pedoman untuk mengarungi bahtera kehidupan.

Author: Madrasah Peradaban

Taat ka Hadorot Ilahi nu ngabuktikeun parentah dina agama jeung nagara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s