Saum Romadhon Alat Pembersih Hati

Sabda Nabi Saw: “Barangsiapa yang melaksanakan saum romadhon dengan iman dan mengikuti ketentuan syari’ah, maka diampunkan segala dosa-dosa masa lalunya.”

Bahkan dalam hadits lain disebutkan, “Mereka itu akan kembali seperti baru dilahirkan”. Hadits ini menggambarkan betapa bersih hati seseorang yg telah terampuni dosa-dosanya berkat ibadah romadhon.

Sebuah gambaran yang luar biasa, karena bayi belum pernah melakukan dosa apapun. Hatinya bersih sebening kaca. Hati seperti itulah yang digambarkan Rosululloh Saw sebagai hati yang jernih, yang di dalamnya terdapat lampu yang bersinar terang, yaitu hati orang yang beriman.

Hati ibarat cermin. Bila cermin itu bersih tentu dapat memantulkan cahaya Ilahi.

Pada hati yang bersih, kita bisa bercermin. Artinya kita bisa melihat dari pantulannya tentang mana yang patut dan mana yang kurang sesuai.

Rosululloh Saw bersabda: “Barangsiapa yang hatinya memperoleh penasihat, dia akan mendapatkan Alloh sebagai penjaganya.” Tentu saja hadits ini bukan rekayasa Nabi Saw, melainkan petunjuk langsung dari Alloh SWT. Artinya Alloh SWT benar-benar akan menjaga orang yang hatinya bersih.

Orang yang hatinya bersih sangat sensitif bila melihat kemungkaran dan segala tindak kejahatan. Jika dia sendiri yang melakukannya tentu segera tanggap dan minta ampun kepada Alloh SWT. Jika orang lain yang mengerjakannya, dia pasti membenci kemudian berusaha untuk memperbaikinya.

Romadhon telah memberi kesempatan seluas-luasnya untuk membersihkan hati. Mudah-mudahan bisa kita raih, sehingga hati kita menjadi bersinar. Tidak saja menyinari diri sendiri, lebih jauh dapat menyinari lingkungan sekitar.

Di hati yang bersinar itulah Alloh SWT senantiasa menyertai.

Suatu ketika Rosululloh Saw ditanya, “Di manakah Alloh berada, di bumi atau di langit?”. Nabi menjawab, “Di hati orang mukmin.”

Lebih tegas lagi Alloh SWT berfirman dalam Hadits Qudsi, “Bumi-Ku tak sanggup memuat dzat-Ku. Begitu juga langit-Ku. Yang dapat memuat-Ku adalah hati-hati hambaku yang beriman, lunak dan tenang”.

Agar hati senantiasa bersinar, perkuatlah keimanan dengan memperbanyak dzikrulloh (Laa Ilaaha Illallooh) yang telah ditalqinkan oleh Syekh Mursyid (Ruh yang Suci) sehingga terpatri kokoh di relung hati.

Dari hati yang bersinar itulah akan didapatkan iman yang haqqul yaqin, kokoh, kuat tak tergoyahkan, mahabbah —mencintai Alloh dan Rosul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain-lainnya—, lalu tashfiyah al qulub yaitu bersihnya hati dari penyakit dan kotoran seperti sombong, riya’, hasad, iri, dengki, rakus, dsb.

Sinar dzikrulloh akan memantul di dalam hati menyinari relung hati, menerangi perilaku sehari-hari, menembus jalan gelap, menguak segala misteri.

Duhai, siapa saja yang berharap hatinya bersih, alangkah bahagianya jika kita mempunyai hati yang bersih. Kita akan senantiasa bersama-sama dengan Alloh SWT, kalaupun belum bisa —karena diri kita masih kotor— maka ikut saja menempel dengan Syekh Mursyid yang sudah benar-benar bersama-sama dengan Alloh SWT.

(sumber : Buku Lautan Tanpa Tepi – Kajian Pembuka Hati)

Advertisements

Author: Madrasah Peradaban

Taat ka Hadorot Ilahi nu ngabuktikeun parentah dina agama jeung nagara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s